SIAK — Harapan masyarakat Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, untuk memiliki fasilitas pendidikan yang lebih layak mulai menemukan titik terang. Bangunan SD Negeri 17 Teluk Lanus yang sebelumnya mengalami kerusakan dan kemiringan kini mulai direvitalisasi melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Siak bersama dunia usaha.

Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Yayasan Kiandra Setia Bangsa yang menilai revitalisasi sekolah di wilayah pesisir dan terpencil bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari upaya memastikan anak-anak mendapatkan hak untuk belajar dalam lingkungan yang aman dan layak.

Revitalisasi SDN 17 Teluk Lanus mencakup sembilan ruang belajar dan satu bangunan kantor. Perbaikan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan dan penyerapan aspirasi masyarakat yang dilakukan Bupati Siak Afni Zulkifli beberapa waktu sebelumnya.

Kondisi bangunan sekolah yang sebelumnya memprihatinkan menjadi salah satu persoalan yang disampaikan masyarakat. Respons pemerintah daerah kemudian diarahkan pada pencarian solusi melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha

Di tengah keterbatasan kemampuan anggaran daerah akibat kebijakan efisiensi, Pemkab Siak mendorong pendekatan kolaboratif dengan melibatkan sektor swasta.

Persoalan revitalisasi SDN 17 Teluk Lanus kemudian disampaikan kepada manajemen PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Jakarta. Kolaborasi tersebut akhirnya membuka jalan bagi terlaksananya bantuan revitalisasi sekolah.

Bagi masyarakat Teluk Lanus, perbaikan tersebut memiliki arti penting. Kondisi bangunan sekolah yang lebih aman dan layak diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi siswa maupun tenaga pendidik dalam menjalankan proses belajar-mengajar.

Selain dukungan terhadap SDN 17 Teluk Lanus, Pemkab Siak juga mengamankan alokasi anggaran APBN sekitar Rp64 miliar untuk program revitalisasi 74 sekolah, mulai jenjang TK, SD hingga SMP di Kabupaten Siak pada tahun ini.

Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan membutuhkan dukungan dari berbagai sumber pembiayaan dan tidak semata-mata bergantung pada kemampuan APBD.

Mulyono Widiarta: Pendidikan Layak Adalah Hak Anak

Ketua Yayasan Kiandra Setia Bangsa, Mulyono Widiarta, S.T., menyampaikan apresiasi atas langkah Pemerintah Kabupaten Siak dan PT RAPP dalam merealisasikan revitalisasi SDN 17 Teluk Lanus.

Menurutnya, ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan dasar yang aman dan layak merupakan salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan kawasan yang sulit dijangkau.

“Kami dari Yayasan Kiandra Setia Bangsa sangat menyambut baik dan mengapresiasi komitmen Bupati Siak Afni Zulkifli bersama PT RAPP. Langkah ini menunjukkan bahwa keterbatasan anggaran daerah dapat dihadapi melalui kolaborasi dan kepedulian bersama,” ujar Mulyono.

Ia menambahkan, keberadaan sekolah dengan fasilitas yang memadai tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan belajar, tetapi juga menyangkut rasa aman dan kesempatan yang setara bagi anak-anak di daerah.

“Sarana belajar yang aman dan layak di wilayah pesisir seperti Teluk Lanus merupakan bagian penting dari pemenuhan hak pendidikan anak-anak. Karena itu, pembangunan dan pemeliharaannya perlu menjadi perhatian bersama,” katanya.

Data Pendidikan Harus Terus Diperbarui

Selain pembangunan infrastruktur, Mulyono menilai penguatan data pendidikan juga menjadi bagian penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan.

Ia menyoroti pentingnya pembaruan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) secara berkala agar kondisi satuan pendidikan dapat tergambarkan secara akurat dan menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan intervensi pemerintah.

Data yang mutakhir, menurutnya, dapat membantu pemerintah mengidentifikasi kondisi fasilitas sekolah, kebutuhan peserta didik, tenaga pendidik, serta berbagai persoalan pendidikan yang membutuhkan penanganan.

“Pembaruan Dapodik secara berkala sangat penting agar intervensi pembangunan dapat dilakukan secara tepat sasaran. Data yang akurat harus menjadi salah satu dasar dalam menentukan prioritas pembangunan pendidikan,” tutur Mulyono.

Yayasan Kiandra Setia Bangsa, lanjutnya, terbuka untuk membangun sinergi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

Kolaborasi tersebut dapat diarahkan pada penguatan literasi, pendampingan siswa, edukasi masyarakat, serta pengawasan sosial terhadap pemanfaatan sarana dan prasarana pendidikan.

Dari Revitalisasi Bangunan Menuju Peningkatan Mutu Pendidikan

Revitalisasi SDN 17 Teluk Lanus diharapkan tidak berhenti pada perbaikan bangunan sekolah. Infrastruktur yang lebih baik perlu diikuti dengan peningkatan kualitas proses pembelajaran dan dukungan terhadap para siswa serta tenaga pendidik.

Bagi masyarakat pesisir Teluk Lanus, sekolah merupakan salah satu pintu penting menuju masa depan generasi muda. Karena itu, keberlanjutan fasilitas, kualitas pembelajaran, ketersediaan tenaga pendidik, dan dukungan masyarakat perlu berjalan secara beriringan.

Yayasan Kiandra Setia Bangsa memandang kolaborasi pemerintah dan dunia usaha dalam revitalisasi SDN 17 Teluk Lanus dapat menjadi bagian dari upaya memperluas akses terhadap pendidikan yang layak di wilayah pesisir.

Dengan fasilitas sekolah yang semakin baik, diharapkan semangat belajar siswa tumbuh, aktivitas pendidikan berlangsung lebih nyaman, dan kualitas pendidikan di wilayah pelosok Kabupaten Siak dapat terus ditingkatkan.

Media Center Yayasan Kiandra Setia Bangsa
Media Publikasi dan Himbauan Masyarakat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *