Pekanbaru, Katabangsanews.com–5/6/2026 Pemerintah Provinsi Riau bersama pemerintah kabupaten/kota terus memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring meningkatnya ancaman musim kemarau di sejumlah wilayah. Hingga saat ini, sebanyak 11 kabupaten/kota di Provinsi Riau telah resmi menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran yang dapat meningkat selama periode cuaca kering. Dari 12 kabupaten/kota yang ada di Riau, hanya Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) yang tercatat belum menetapkan status siaga darurat tersebut. Penetapan status siaga darurat menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi lintas sektor, mempercepat mobilisasi sumber daya, serta meningkatkan efektivitas upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla di seluruh wilayah yang berpotensi terdampak. Pemerintah Provinsi Riau bersama unsur TNI, Polri, Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta berbagai instansi terkait terus bersinergi dalam menjaga wilayah Riau dari ancaman kebakaran hutan dan lahan yang dapat berdampak pada lingkungan, kesehatan masyarakat, serta aktivitas ekonomi. Di lapangan, tim Manggala Agni bersama satuan tugas (satgas) gabungan terus melakukan operasi pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik rawan. Beberapa wilayah yang menjadi fokus penanganan antara lain kawasan Kandis di Kabupaten Siak, Sokoi di Kabupaten Pelalawan, serta Rantau Bais, yang dalam beberapa waktu terakhir menjadi lokasi penanganan intensif guna mencegah meluasnya kebakaran. Upaya pemadaman dilakukan secara terpadu melalui metode darat dengan mengerahkan personel dan peralatan pemadam untuk memastikan api dapat segera dikendalikan sekaligus mencegah munculnya titik api baru. Selain penguatan operasi darat, dukungan pemerintah pusat juga terus ditingkatkan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menambah armada penanganan karhutla dengan mendatangkan helikopter water bombing baru yang telah mendarat di Pekanbaru. Kehadiran armada udara tambahan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas operasi pemadaman, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Dukungan ini juga menjadi bukti komitmen pemerintah pusat dalam membantu Pemerintah Provinsi Riau menghadapi ancaman karhutla selama musim kemarau. Pemerintah Provinsi Riau mengapresiasi seluruh personel yang terlibat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla, mulai dari petugas lapangan, relawan, hingga unsur masyarakat yang aktif menjaga lingkungan di wilayah masing-masing. Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan potensi karhutla di Provinsi Riau dapat ditekan secara maksimal sehingga kualitas lingkungan tetap terjaga dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman dan nyaman. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Kesadaran dan partisipasi masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci utama keberhasilan dalam mencegah terjadinya karhutla di Provinsi Riau.(red/katabangsanews.com)-Wdi Post navigation PAD Kampar Baru Terealisasi 39,54 Persen, Pemkab Kejar Target Rp2,59 Triliun. Krisis Garis Depan Nusantara: Menakar Degradasi Sepadan Pantai Riau dalam Lanskap Kompleksitas Ekologi dan Geo-Politik.