Perkuat Sinergi TNI-Polri dan Pemprov Riau, Yayasan Kiandra Setia Bangsa Dorong Kolaborasi untuk Kesejahteraan Masyarakat

PEKANBARU — Pemerintah Provinsi Riau mendorong agar sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri terus diperkuat dalam menghadapi berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Penguatan kerja sama lintas lembaga dinilai penting karena sejumlah persoalan daerah membutuhkan respons bersama, mulai dari penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), mitigasi bencana, keamanan dan ketertiban masyarakat, hingga berbagai agenda pembangunan yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan warga.

Pesan tersebut disampaikan Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Helmi D, saat menghadiri Upacara Ziarah Nasional dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI Tahun 2026 di Taman Makam Pahlawan Kusuma Dharma, Pekanbaru, Senin (28/9/2026).

Upacara berlangsung khidmat dengan rangkaian penghormatan kepada para pahlawan dan prosesi tabur bunga sebagai bentuk penghargaan atas jasa serta pengorbanan para pejuang bangsa.

Kolaborasi Jadi Kekuatan Menghadapi Persoalan Daerah

Dalam keterangannya, Helmi menegaskan bahwa kolaborasi antarlembaga menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi persoalan yang membutuhkan penanganan secara terpadu.

Salah satu contohnya adalah penanganan Karhutla yang sebelumnya terjadi di sejumlah wilayah Riau. Menurut Helmi, pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan unsur terkait lainnya.

“Mudah-mudahan TNI dan Polri tetap dalam kondisi kolaboratif. Apalagi kita dihadapkan dengan karhutla selama beberapa waktu lalu. Kolaborasi yang bagus bisa menyelesaikan banyak persoalan,” ujar Helmi.

Ia juga menyampaikan bahwa koordinasi antara Pemprov Riau dengan jajaran TNI, khususnya Pangdam, selama ini berjalan baik dalam mendukung kepentingan masyarakat.

“Untuk Riau, Pangdam dan Pemprov sangat baik koordinasinya untuk masyarakat. Mudah-mudahan kolaborasi dan sinergi kami tetap berlanjut ke depan,” katanya.

Menurut Helmi, sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penanganan persoalan tertentu, tetapi terus dikembangkan untuk mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Riau.

Ia bahkan berharap kemampuan berbagai unsur di Riau dalam membangun kolaborasi dapat menjadi salah satu contoh yang dapat dipelajari daerah lain.

“Semoga kemampuan Riau berkolaborasi untuk menyejahterakan Bumi Lancang Kuning bisa menjadi model nasional,” tuturnya.

Dari Sinergi Kelembagaan Menuju Aksi di Masyarakat

Penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan aparat negara juga membutuhkan dukungan masyarakat sipil. Keterlibatan organisasi sosial dan kemasyarakatan dapat memperluas jangkauan program pemerintah sekaligus membantu menyampaikan kebutuhan masyarakat di tingkat lapangan.

Dalam konteks tersebut, Yayasan Kiandra Setia Bangsa menyatakan kesiapan untuk berkontribusi melalui kegiatan sosial, edukasi publik, kepedulian lingkungan, serta program pemberdayaan masyarakat.

Ketua Yayasan Kiandra Setia Bangsa, Mulyono Widiarta, S.T., mengatakan berbagai persoalan daerah tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi saja.

“Kami mendukung semangat kolaborasi antara Pemprov Riau, TNI, dan Polri. Berbagai persoalan masyarakat membutuhkan kerja bersama yang terkoordinasi, sekaligus melibatkan masyarakat dan lembaga sosial agar program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat di lapangan,” kata Mulyono Widiarta.

Menurutnya, kolaborasi dapat diarahkan pada kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, seperti edukasi kebencanaan, pencegahan Karhutla, kepedulian lingkungan, kegiatan sosial kemanusiaan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Yayasan Dorong Kolaborasi yang Terukur dan Berkelanjutan

Mulyono menilai sinergi antarlembaga akan semakin memberikan manfaat apabila diterjemahkan ke dalam program yang memiliki tujuan, sasaran, dan indikator yang jelas.

Menurutnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan koordinasi antarlembaga, tetapi juga merasakan hasil nyata dari koordinasi tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

“Kolaborasi harus menghasilkan aksi yang dapat dirasakan masyarakat. Karena itu, kami siap mengambil bagian sesuai kapasitas yayasan melalui program sosial, edukasi lingkungan, kegiatan kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa organisasi masyarakat sipil dapat menjadi salah satu mitra dalam memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, terutama dalam menyosialisasikan program serta mendorong partisipasi publik.

Momentum Memperkuat Persatuan dan Pengabdian

Menurut Mulyono, peringatan HUT ke-81 TNI dan kegiatan ziarah nasional juga dapat menjadi momentum untuk menguatkan semangat pengabdian kepada masyarakat.

Penghormatan kepada para pahlawan, kata dia, tidak cukup hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga dapat diterjemahkan melalui kerja nyata dalam menjaga persatuan, membantu masyarakat, dan mendukung pembangunan daerah.

“Semangat perjuangan para pahlawan harus kita lanjutkan dalam bentuk pengabdian dan kerja nyata. Pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, organisasi sosial, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam membangun Riau yang aman, tangguh, dan sejahtera,” katanya.

Yayasan Kiandra Setia Bangsa, lanjutnya, siap membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak sepanjang kegiatan tersebut berorientasi pada kepentingan masyarakat, kemanusiaan, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.

Kolaborasi untuk Riau yang Tangguh

Pengalaman penanganan Karhutla menjadi salah satu contoh bahwa persoalan daerah membutuhkan koordinasi lintas sektor. Namun, pola kerja sama tersebut juga dapat dikembangkan untuk menghadapi berbagai tantangan lain yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat.

Karena itu, keberlanjutan sinergi antara Pemprov Riau, TNI, Polri, organisasi sosial, dunia usaha, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kapasitas daerah menghadapi berbagai persoalan.

Bagi Yayasan Kiandra Setia Bangsa, kolaborasi bukan sekadar hubungan kelembagaan, tetapi harus bermuara pada aksi nyata, pelayanan masyarakat, perlindungan lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan warga.

Dengan semangat tersebut, seluruh elemen diharapkan dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing untuk menjaga Riau tetap aman, tangguh, dan mampu menghadapi berbagai tantangan pembangunan secara bersama-sama.

Penulis           : Tim Litbang Yayasan Kiandra Setia Bangsa
Kategori         : Publikasi Ilmiah dan Edukasi Publik
Media             : Media Center Yayasan Kiandra Setia Bangsa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *