PEKANBARU — Pemerintah Provinsi Riau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama BUMD PT Riau Pangan Bertuah kembali menggelar operasi pasar murah di sejumlah wilayah Kota Pekanbaru. Kegiatan yang berlangsung mulai Senin (28/9/2026) hingga Jumat (2/10/2026) tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah menjaga ketersediaan bahan pangan sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Operasi pasar murah kali ini dilaksanakan secara bergilir di enam lokasi yang tersebar di wilayah Pekanbaru. Layanan kepada masyarakat dibuka mulai pukul 08.30 WIB setiap harinya. Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Riau, Tetty Nurdianti, mengatakan kegiatan tersebut merupakan operasi pasar murah ke-181 yang telah dilaksanakan sepanjang 2026. “Hari ini masuk pada operasi pasar murah ke-181 yang telah kita gelar sepanjang 2026. Ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov Riau dalam memastikan ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga di tengah masyarakat,” ujar Tetty. Enam Lokasi Pasar Murah Pelaksanaan operasi pasar murah dimulai pada Senin (28/9/2026) di dua lokasi, yakni Kantor Karantina Hewan, Jalan Pattimura, dan Kantor Kelurahan Air Dingin. Kegiatan kemudian dilanjutkan pada Selasa (29/9/2026) di Kelurahan Sialang Rampai, Rabu (30/9/2026) di Kantor Camat Rumbai Barat, Kamis (1/10/2026) di Kantor Lurah Rumbai Bukit, dan ditutup pada Jumat (2/10/2026) di Kantor Lurah Palas. Sejumlah komoditas pangan pokok disediakan dengan harga yang relatif terjangkau bagi masyarakat, antara lain: Beras SPHP: Rp60.000 per 5 kilogram Beras Premium Anak Daro dan Sokan: Rp84.500 per 5 kilogram Gula pasir: Rp18.000 per kilogram Minyakita: Rp15.500 per bungkus Telur ayam: Rp49.000 per papan Selain menyediakan bahan pangan dengan harga terjangkau, penyelenggara juga mengimbau masyarakat agar mengikuti antrean secara tertib dan membawa kantong belanja sendiri. Imbauan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai. Dukungan terhadap Pengendalian Inflasi Langkah pemerintah daerah dalam memperkuat stabilitas pasokan dan harga pangan mendapat apresiasi dari Yayasan Kiandra Setia Bangsa. Ketua Yayasan Kiandra Setia Bangsa, Mulyono Widiarta, S.T., menilai keberlanjutan operasi pasar murah dapat menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah dalam membantu menjaga daya beli masyarakat, khususnya ketika harga sejumlah kebutuhan pokok mengalami perubahan. “Kami mengapresiasi langkah konsisten Pemprov Riau dan TPID yang telah menggelar operasi pasar murah hingga ratusan kali sepanjang tahun ini. Ini merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat untuk membantu menjaga daya beli dan akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan pokok,” kata Mulyono Widiarta. Menurutnya, program pasar murah tidak hanya berkaitan dengan persoalan harga, tetapi juga menyangkut akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar. Karena itu, pelaksanaan program secara tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan perlu terus diperkuat. Ketahanan Pangan dan Kepedulian Lingkungan Mulyono juga menyoroti adanya imbauan kepada masyarakat untuk membawa kantong belanja sendiri. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi bagian dari edukasi sederhana mengenai pengurangan sampah plastik dalam kegiatan pelayanan publik. “Intervensi terhadap harga pangan yang disertai dengan edukasi lingkungan, seperti imbauan membawa kantong belanja sendiri, menunjukkan bahwa pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya. Ia menambahkan, stabilitas pangan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, BUMD, distributor, hingga masyarakat. Yayasan Kiandra Setia Bangsa, lanjut Mulyono, siap mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat dan kegiatan sosial yang bertujuan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. “Sebagai lembaga sosial dan kemasyarakatan, Yayasan Kiandra Setia Bangsa siap bersinergi dengan Pemprov Riau maupun pihak terkait lainnya dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat dan aksi kepedulian sosial demi terwujudnya kesejahteraan warga Riau,” pungkasnya. Menjaga Daya Beli Masyarakat Operasi pasar murah menjadi salah satu instrumen yang dapat digunakan pemerintah daerah untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus memperkuat koordinasi pengendalian inflasi di tingkat daerah. Dengan pelaksanaan yang menjangkau berbagai wilayah, program tersebut diharapkan dapat memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat terhadap kebutuhan pangan pokok. Bagi masyarakat, keberadaan pasar murah bukan sekadar tempat memperoleh bahan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama menjaga ketahanan pangan, daya beli, dan stabilitas ekonomi keluarga. Media Center Yayasan Kiandra Setia Bangsa Post navigation Riau Zero Karhutla, Yayasan Kiandra Setia Bangsa Dorong Kolaborasi Pencegahan Berkelanjutan Pemprov Riau Dorong Sinergi TNI-Polri Hadapi Persoalan Daerah